Hasilkan Ratusan Juta Dari Budidaya Tanaman Talas atau Lompong beneng

Untuk anda yang belum mengerti, belum paham, belum percaya dan banyak bertanya2 kenapa daun talas bisa laku di pasaran ekspor dan yang lebih mengejutkan lagi bukan hanya daunnya yang di ekspor loh, ternyata umbinya juga bisa di ekspor loh Kawan! Mantap! wah makin terkejut ini.

Yuuk kita sama2 belajar agar semakin jelas dan mengerti yaa Kawan.

Tanaman talas atau lompong beneng kini memiliki prospek binis yang cukup menjanjikan.

Daun dan umbinya bernilai ekonomi tinggi dibandingkan dengan jenis talas2 pada umumnya.

Salah satu tanaman umbi ini awalnya hanyalah tumbuh liar, di bawah kaki gunung.

Saya berikan sedikit penjelasan kenapa daunnya ini bisa ekspor yaa Kawan, ternyata daun talas atau lompong beneng ini adalah untuk bahan dasar utama pembuatan pupuk organik/kompos di negara Australia dan Belanda dan untuk umbinya ini di ekspor ke negara Jepang untuk bahan olahan makanan seperti mie dll.

Satu lagi Kawan ternyata masih banyak negara2 lain yang lagi antri untuk permintaan daun dan umbinya.

Wah keren yaa makin terkejutr Kawan.

Saat ini daun talas atau lompong beneng ini bisa menjadi pundi2 rupiah awalnya hanya menjadi sampah dan pakan ternak ikan saja, tentu ini bisa menjadi sumber penghasilan tambahan bagi kita semuanya.

Budidaya tanaman talas atau lompong beneng ada dua manfaat ke untungan’nya disamping daun yang bisa di jual dengan harga yang bagus dan umbinya juga bisa terjual dengan harga yang sangat lumayan tinggi.

Hampir tidak ada yang terbuang sama sekali dari tanaman talas atau lompong beneng ini semuanya bisa memberikan tambahan penghasilan bagi kita.

Tanaman talas atau lompong beneng ini sangat tahan dan kuat sekali terhadap hama baik babi dan hama2 lainya hampir bisa di katakan tidak ada hamanya, talas atau lompong beneng ini sangat cocok di tanam dengan segala jenis kondisi tanah apapun dan untuk perawatan’nya juga sangat mudah, sederhana sekali ngak pakek ribet.

Jadi jika kita menanam luas 1 hektare itu di butuhkan sekitar 10.000 ribu bibit talas atau lompong beneng, di usia 3-4 bulan sudah mulai bisa panen daun tuanya untuk 1 batang tanaman talas atau lompong beneng ini bisa mendapatkan daun 3-4 lembar dan selama 3 minggu sekali kita bisa panen untuk daun tuanya.

Berarti selama 3 minggu sekali kita mendapatkan keuntungan dari daun talas yang sudah tua dengan rata2 3 – 4 lembar daun dengan berat kurang lebih 1 kg.

1kg x 10.000 tanaman budidaya talas atau lompong beneng 10.000 x 1.000 per kg Berarti 3 minggu sekali keuntungan dari daun saja kita mendapatkan minimal Rp.10.000.000 juta rupiah.

Dari daun saja kita sudah mendapatkan keuntungan yang sangat lumayan sekali yang bisa menjadi sumber penghasilan untuk usaha kita.

Lalu bagaimana dengan hasil dari umbi talas atau lompong beneng ini yuuk mari kita baca lagi Kawan.

Setelah tanaman talas atau lompong beneng berumur 6 – 9 bulan sudah bisa dipanen umbinya dan untuk batas usai panen umbinya bisa hingga 1-4 tahun semua tergantung kebutuhan kita masing2 dan tanaman talas atau lompong beneng ini tetap bisa dipanen karena tidak mengalami pembusukan.

Batas usia tanam sekitar 16 bulan bisa lebih dan itu bisa menghasilkan umbi raksasa dengan berat hingga 40 kg per pohon bahkan bisa lebih besar lagi hasil umbinya apabila kita memberikan perawatan dengan baik dengan kita menambah pemberian pupuk kompos pada tanaman talas atau lompong beneng kita agar lebih maksimal lagi untuk hasil berat umbinya.

Untuk gambaran perhitungan hasil umbi dan harga penjualan umbi talas atau lompong beneng ini saya berikan sedikit gambaran.

Untuk harga umbi talas atau lompong beneng Rp. 1.500 kg.

Kita ambil hasil umbi rata2 dengan berat 30kg per batang

Mari kita hitung 30kg x 10.000 pohon = 300 ton x 1.500 harga umbi per kg = Rp. 450.000.000 juta woow super sekali bukan dan silahkan anda buktikan sendiri.

Untuk informasi lebih lengkapnya seputar kerjasama budidaya, bibit, hingga pembelian hasil panen baik daun/umbinya silahkan hubungi tim kami.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *